Kelanawisata.id, Bantul — Kawan Kelana, pernahkah kawan membayangkan duduk bersantai di puncak bukit, ditemani hembusan angin sepoi-sepoi, sementara langit perlahan berubah warna menjadi jingga keemasan dan alunan musik akustik mengalun lembut di telinga? Jika kawan sedang merindukan suasana yang romantis, syahdu, sekaligus hangat untuk melepas penat, jawabannya adalah Puncak Sosok.
Terletak di Desa Bawuran, Pleret, Bantul, Puncak Sosok kini menjelma menjadi primadona baru bagi kawan senja. Namun, dibalik keindahannya yang memanjakan mata, tempat ini menyimpan kisah perjuangan warga lokal yang sangat inspiratif. Kawan Kelana, Puncak Sosok tidak lahir begitu saja sebagai destinasi wisata. Dahulunya, area ini hanyalah sebuah bukit tandus. Namun, mata kreatif para pemuda melihat potensi tersembunyi dibalik hamparan ilalang tersebut.

Puncak Sosok (dokumentasi: kelanawisata.id)
Dimulai sekitar tahun 2018, warga mulai bergotong royong membersihkan lahan dan membangun fasilitas sederhana secara swadaya. Semangat kebersamaan inilah yang menjadi fondasi utama Puncak Sosok. Nama Sosok sendiri merupakan sebutan untuk kawasan ini. Kini, tempat yang dulu "sunyi" itu telah berubah menjadi dapur ekonomi kreatif yang menghidupkan kesejahteraan warga desa.
Sesuatu yang membuat Puncak Sosok berbeda dengan bukit pandang lainnya di Yogyakarta yaitu harmoni. Kawan Kelana tidak hanya disuguhi pemandangan alam, tetapi juga sajian seni di panggung utama. Puncak Sosok sangat identik dengan live music akustiknya. Setiap sore menjelang malam, musisi lokal akan menemani momen sunset kawan dengan lagu-lagu yang menambah kesan puitis. Rasanya seperti sedang berada di konser pribadi di atas awan.

Teras Puncak Sosok (dokumentasi: kelanawisata.id)
Selain itu, sambil menikmati musik, Kawan Kelana wajib mencicipi kudapan khas seperti jagung bakar, gorengan, hingga wedang ronde. Harga dari kudapan tersebut sangat bersahabat di kantong, khas keramahan Bantul. Terlebih, saat momen matahari benar-benar tenggelam, pemandangan berubah menjadi lautan cahaya lampu Kota Yogyakarta yang berkelap-kelip dari kejauhan. Sebuah pemandangan yang mampu menghadirkan ketenangan luar biasa.
“Saya memilih liburan disini untuk merasakan suasana senja dengan alunan live musik dan jagung bakar. Saya rasa, ini tempat yang cocok untuk menenangkan diri atau sekadar healing refreshing menyegarkan pikiran” ucap Ganis seorang wisatawan lokal.

Jajanan di Puncak Sosok (dokumentasi: kelanawisata.id)
Salah satu hal paling unik dari Puncak Sosok adalah sistem pengelolaannya. Seluruh lapak makanan dan fasilitas dikelola langsung oleh warga desa. Tidak ada waralaba besar di sini, yang ada hanyalah masakan hangat dari tangan-tangan ibu rumah tangga desa setempat. Hal ini menciptakan suasana kekeluargaan yang kental, ketika setiap pengunjung disambut layaknya kawan lama yang baru kembali pulang.
Kawan Kelana dapat mengakses Puncak Sosok dengan transportasi pribadi dengan jarak 16 km dari titik 0 km Yogyakarta. Akses dapat ditempuh menggunakan roda dua maupun roda empat. Akses ditempuh sekitar 30 menitan dari pusat kota.